—Telepon-telepon (gak) Penting

1398 Words

[Lyara : Ayah saya baik-baik saja. Terima kasih, Pak Raja.] Setelah menyentuh tanda kirim, Lyara melonjak kaget karena nomor itu meneleponnya. Memandang ponselnya dengan jantung berdebar, Lyara menarik napas dan berjinjit keluar kamar tanpa suara, sebelum menerima telepon itu. ‘Nona. Yang aku tanyakan apakah kamu baik-baik saja?’ Suara itu, Lyara tersenyum kecut mendengarnya. Suaranya merdu dan seksi, tapi Lyara tahu ia berhutang banyak sekali padanya. Tapi kemudian kepalanya mengangguk sambil kembali duduk di tempat yang tadi didudukinya bersama Rakha. “Hm, aku sudah lebih baik sekarang.” ‘Itu lebih baik.’ Lyara mendengar suara kekehan pelan di seberang teleponnya. Ia ingat dengan apa yang terjadi di The Palace, “Apa yang sudah anda lakukan di booth face painting?” todong Lyara langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD