Wajah Lyara memanas saat setiap mata manusia yang berada di lobi itu tertuju kepadanya. Langkahnya cepat-cepat mendekati Genta yang juga sedang berjalan mendekatinya. “Panggilan macam apa itu?” Lyara mengerutkan keningnya. “Anda tidak pernah protes sebelumnya,” jawab Genta dengan wajah tak berdosa. “Namaku Lyara, anda bisa memanggil dengan namaku,” ucap Lyara lagi. “Calon Istri Bos lebih dramatis, bukan? Lihatlah mata-mata penuh minat itu,” jawab Genta sambil mengerling. Lyara menggeleng, “Saya sudah ada janji dengan Pak Raja,” katanya mencegah Genta kembali membahas ‘calon istri bos’. “Mari, saya tunjukan jalannya,” jawab Genta mempersilakan Lyara berjalan mendahuluinya. “Saya tidak mengganggu?” Genta menggeleng, “Tidak ada yang lebih penting dari Calon Istri Bos,” jawabnya kembal

