Punggung tangan Lyara kembali menutup mulutnya yang menguap. Sudah hampir pukul satu. Tapi Raja masih belum pulang. Ia kembali berdiri dan berjalan mengelilingi meja bulat di area foyer dimana malam kemarin Bunda dan Kakek menyambutnya. Bunda sudah memberi tahu kalau Raja bilang akan pulang malam, itu artinya tidak akan pulang sebelum tengah malam. Tapi Lyara berhasil meyakinkan Bunda kalau ia akan menunggu Raja pulang. “Aku mau tau rasanya menyambut suami pulang, Bunda,” ucap Lyara dengan cengiran malu-malunya yang terasa sangat natural. Ia sedang memasuki waktu perannya yang diucapkan Raja saat awal pertemuan mereka. Apa yang Raja butuhkan darinya. Bahwa Lyara hanya akan menempatkan dirinya pada peran yang ia dapatkan. Ini hasilnya. Lyara benar-benar menjadi seorang istri yang sedang m

