Alarm ponsel Lyara berbunyi di pukul empat. Sebenarnya hal yang tidak perlu, karena ia terbangun setiap jam untuk mengecek apakah Raja benar-benar nyaman tidur di sofa. Tapi sepertinya dirinya sendiri yang tidak nyaman. Karena membiarkan Raja mengalah dan tidur di sofa, perasaannya sendiri lah yang tidak nyaman. Lyara memutuskan untuk bangun saja meskipun badannya masih meminta untuk rebahan setelah seharian berdiri di pelaminan. Ini akibat badannya diberi libur tiga hari tanpa ngapa-ngapain di Bali kemarin. Lyara meregangkan tubuhnya di atas kasur dan mengucek matanya sekali lagi. Ia melirik kembali Raja yang masih terdengar mendengkur di sofa. Lyara tersenyum, ia turun dari kasur, melipat selimut kemudian bergegas ke kamar mandi. Ia memastikan pintunya terkunci sekali lagi. Selesai den

