Sebastian menghisap bagian terakhir rokoknya, kemudian mematikannya pada asbak yang terletak di beranda ruang kerjanya setelah ia melihat Maya tengah memasuki ruangannya. Pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh sekertarisnya yang selalu berpakaian aneh dan sedikit terbuka itu. Sebastian pun segera masuk ke dalam ruangannya kembali dan memerika, apa keperluan Maya. “Aku sudah mengoreksi semua dokumennya, kau bisa mengambilnya,” ujar Sebastian sembari melewati Maya yang berada di depannya. Sebastian duduk di kursi kerjanya, menantikan Maya mengambil semua dokumen yang ada di meja. “Pak Wakil Walikota tidak bisa datang—" “Sudah kuduga,” potong Sebastian begitu saja. Dia mengundang Wakil Walikota karena memiliki sebuah rencana. Rencana yang dia susun setelah membaca file informasi

