Samantha bergeming, hatinya terasa pilu saat mengingat statusnya saat ini sementara di hadapannya berdiri Sebastian dengan tatapan berkabut, bergelora, seolah mengajaknya untuk pergi saja dari tempat ini dan melupakan semua yang terjadi padanya. Demi menjaga nama baik keluarga Sullivan, ya, lagi-lagi ia harus memikirkan nama baik keluarga ayah mertuanya yang telah menyayanginya lebih dari anak kandungnya sendiri itu, Samantha memalingkan wajahnya, membiarkan ujung jari Sebastian lepas dari pipinya. Namun, kali ini Sebastian tak membiarkan ujung telunjuknya lepas begitu saja, ia menggunakan ibu jarinya menahan rahang Samantha agar tidak berpaling darinya. Nafas mereka menderu seiring dengan angin yang berhembus semakin kencang membelai kulit mereka hingga meremang. Gejolak dalam hatinya

