15: It’s a Long Night Pt 2

2067 Words

“Kau pikir waktuku hanya untuk mengurusimu?!” Tangan Sebastian mengepal di kedua sisi tubuhnya mendengar celaan itu keluar dari bibir James. Seandainya saja Samantha tak memintanya untuk keluar, ia tak akan membiarkan pria bermulut busuk itu mencela Samantha dengan kata-kata kasarnya yang tak bisa dinalar. “Aku tahu … aku minta maaf.” Sial. Batin Sebastian, tak habis pikir mengapa Samantha harus meminta maaf atas kejadian yang menimpanya. Bom molotov yang melayang dan memecahkan jendela kamar Samantha hingga membakar kamarnya itu bukanlah salahnya. Samantha bahkan tak pernah menduga jika seseorang akan begitu kejam melemparkan bom itu padanya. Dan kini dirinya harus minta maaf? Pada suaminya yang bahkan tidak mencemaskan kondisinya dan lebih mementingkan hal lainnya. Sebastian menghe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD