Garnet menatap dua orang yang saat ini sedang duduk saling berhadapan dengan emosi yang berbeda. Di sisi kanannya duduk Samantha dengan tatapan tajam siap untuk menerkam, di disi kirinya ada Sebastian yang tampaknya terlihat takut-takut terhadap Samantha. Entah apa yang telah terjadi di antara mereka, karena sejak insiden kebakaran itu, Sebastian sama sekali belum menghubunginya. Tak biasanya bagi Sebastian tidak menghubunginya terkait masalah apapun. Tapi hampir dua minggu lamanya Sebastian tak menghubunginya, kini muncul di hadapannya malah menggunakan kruk. “Tuan Macalistaire….” Ucapan Samantha bagaikan sebuah petir menyambar di siang hari yang cerah. Garnet terhenyak seketika itu pun menoleh pada wanita di hadapannya. Tunggu. Garnet merasa janggal dengan perkataan Samantha, keningny

