27: Do Not Want to Lose You.

1070 Words

“Kau sudah gila!” Suara Garnet menggema di seluruh ruang kerja miliknya. Pria itu berdiri dengan tangan di pinggang, tampak gelisah, marah, sekaligus bangga. Tapi ia tak ingin menunjukkan rasa bangganya pada Sebastian. “Kau benar-benar gila! Kau sungguh melakukannya?” tanya Garnet sembari melangkah ke sofa tempat Sebastian sedang menyandarkan punggungnya saat ini. “Melakukan apa maksudmu?” tanya Sebastian yang terlihat begitu malas. Pagi ini setelah membuatkan Samantha sarapan ia langsung bergegas menuju ke kantor Garnet. Alasannya sederhana, karena saat pagi hari ia membuka matanya, ia melihat sosok Samantha dengan mata masih terpejam berada di sampingnya, menghadap ke arahnya. Saat itu juga Sebastian terlonjak kaget. Bagaimana bisa mereka berada dalam satu kamar? Seingatnya ia men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD