"Katanya Radiano cuti dua minggu kok udah balik aja dia?" Juan mulai panik. "Bisa gawat kalau sampai di ngelaporin ini." "Terus kita mau gimana sekarang, Ju? Nggak mungkin kita diem aja nunggu ditangkap, kan?" Seroja juga ikut panik. Rasa cemas dan takut juga semakin menguasai hatinya. Raras terdiam sembari menatap suami dan menantunya. Namun, setelah beberapa saat diam, akhirnya ia pun bersuara, "Bagaimana kalau kita buang semua bukti-bukti yang ada?" Juan menatap Raras lalu seketika tersenyum puas karena mendengar ucapan istrinya itu. Tangannya yang masih terdapat bercak darah terulur lalu menyentuh puncak kepala Raras. Ia merasa bangga mendengar saran dari Raras. "Hebat sekali kamu, Sayang! Kamu benar-benar istriku yang pintar dan pengertian," ujar Juan, "nggak sia-sia aku nikahin k

