"Bisa kamu jelaskan apa maksud semua itu, Niskala?" tanya Bhumi begitu ia dan Niskala sudah tiba di ruangannya. Bhumi bersedekap, raut wajahnya terlihat marah. Bahkan, rasanya baru kali ini Niskala melihat raut wajah Bhumi yang yang seperti itu. Meski Bhumi tidak menyukainya, tetapi setelah menikah baru kali ini Bhumi memasang ekspresi seperti saat ini. Tentu saja, hal itu membuat Niskala takut. "Jangan hanya diam saja, Niskala!" gertak Bhumi. Suaranya meninggi, membuat Niskala terlonjak kaget. Ia yang semula menunduk pun buru-buru menatap ke arah Bhumi. "I–Itu semua bohong, Mas. Aku tidak melakukan hal seperti itu. Aku—" "Ini masih di kantor, Niskala! Jangan memanggil saya dengan sebutan itu. Pahami batasanmu!" potong Bhumi sebelum Niskala sempat menyelesaikan ucapannya. Niskala terk

