Impian Kecil Niskala

1358 Words

"Mas ih ngomongnya nggak usah aneh-aneh begitu!" kata Niskala seraya reflek memukul lengan Bhumi yang tengah asyik mengemudi. "Ya lagian itu kenapa banyak sekali yang deketin kamu? Apa perlu saya umumin juga kalau kita ini sudah menikah?" Bhumi melirik Niskala sekilas. Setelah itu, tatapan matanya kembali pada jalanan. Niskala menghela napas panjang. "Aku rasa tidak perlu, Mas. Biarkan seperti ini saja. Biarkan semuanya mengalir sebagaimana mestinya." "Kamu yakin? Kalau saya umumin pernikahan kita, kamu pasti nanti dihormati sama teman-teman kamu. Kamu juga tidak perlu repot-repot jadi pegawai biasa," sambung Bhumi. "Aku nggak mau dihormati karena seperti itu, Mas. Biarin aja, aku tidak apa-apa seperti ini. Lagi pula, kamu juga nyaman begini, kan?" Bhumi menganggukan kepalanya. Ia mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD