26. Melihat dari Sisi Lain

2570 Words

“Nggak masalah kalau kita ke makam Mami dulu, kan?” Abi bertanya ketika mereka sudah berada di mobil, dengan mobil dalam keadaan melaju meninggalkan rumah megah milik keluarga Abi yang jujur baru kali itu Naura kunjungi. “Hm, nggak masalah. Kemana pun. Kamu yang lebih tahu jalan mana yang lebih deket atau nggak harus mutar jalan.” Abi mengangguk kecil sambil bergumam terima kasih, lantas fokus pada kemudi dan jalanan yang kini mereka tempuh. Setelahnya pria itu tidak mengatakan apa pun lagi, hanya diam di sana sama persis dengan keadaan saat mereka menuju rumah utama keluarga Setiawan tadi. Naura tidak tahu apa sikap pria itu berhubungan dengan apa yang dikatakannya pagi tadi di meja makan. Sebagian besar Naura merasa memang iya, sikap Abi saat ini adalah dampak dari ucapannya di meja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD