25. Hari ke 1.5

2757 Words

“Maaf, saya nggak lihat apa pun di kulkas yang bisa saya masak. Jadi waktu ada tukang roti lewat pas kamu mandi tadi, saya akhirnya beli dan ya—cuma ini yang ada untuk sarapan kita.” Naura menggeser kursi di meja makan sambil menatap kedatangan Abi yang mengarah ke tempat yang sama. Menduduki salah satu kursi yang ada di sana setelah menyiapkan sarapan sederhana berupa roti bakar dan air mineral yang memang hanya itu yang tersedia. “Ah, sorry. Saya yang harusnya minta maaf. Saya siapin semua yang ada di rumah ini untuk siap di tempati, tapi lupa soal yang satu itu.” Abi menyeret kursi di hadapan Naura, tersenyum penuh sesal menatap ke arah istrinya. “Kamu sebenernya nggak harus ngelakuin ini juga, Na. Kita bisa sarapan di luar, atau sekalian di rumah Papi.” Naura meringis, menggeser pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD