Lonceng terakhir sekolah telah berbunyi beberapa menit lalu,,Vania masih mengemasi barang-barangnya,,aku menunggunya dengan sabar,,ku lihat wajah cantiknya,,dia selalu kelihatan tenang,,atau menyembunyikan keresahannya saja... Aku menerka-nerka apa yang dia alami hingga hidupnya selalu dalam kehati-hatian... "beres,,,ayo pulang" ujarnya sambil menyandang tas ranselnya... "ayo" ajakku sambil menggenggam tangannya,,kami berjalan di koridor sekolah,,semua mata seolah menelisik kami,, tatapan mereka menyelidik penuh tanya,,kami tak menjelaskan apapun,,hanya tetap jalan dengan berpegang tangan,, menunjukkan pada mereka dengan sikap kami apa yang ada di antara kami...
Lalu Windu menghampiri kami,,"wah,,wah,,yang katanya tidak terjadi apa-apa!!kenapa jadi apa-apa begini??" ujarnya dengan nada menggoda,,Vania sudah tersipu dan menunduk... "Windu,,tolong jangan kepo Vania malu ini!!" ujarku sambil melototinya lucu... "oke,, sebelumnya aku memberi selamat dulu pada kalian couple baru di sekolah kita... dan Vania,,kamu berhutang penjelasan padaku!!" tunjuk windu pada Vania yang sedang melihat ke arahnya... "aku,,aku,,aku...." Vania gugup dan malu sungguh lucu membuatku tersenyum dalam hati... "aku apa????,,aku jadian dengan Novan???" cecar Windu,,sontak Vania kembali tersipu menyembunyikan wajahnya di balik bahuku... "Windu cukup!!!" ujarku melihat Vania mulai tak nyaman.... "hahahahah" Windu berlalu sambil tertawa.... entah apa yang dia pikirkan.... aku meraih dagu Vania,, menatap matanya memberikan sebuah rasa aman,,bahwa aku ada di sini... "tidak apa,,ada aku...tak perlu malu,,, mereka harus tahu kamu milikku agar tak ada yang mengganggu mu" ujarku masih memegang dagunya,,dia mengangguk pelan... Ku Selami mata indah itu,,di sana ada rasa Taruma dan kecemasan yang dalam,,' apa yang terjadi pada mu Vania?' ujarku lagi dalam hati...
Aku mengantarnya pulang,,hingga depan pintu rumahnya... "aku langsung pulang oke??" pamitku setelah dia turun dari motorku "iya,, hati-hati".
Aku melajukan motorku kencang,,ada yang harus ku temui... Aku harus menyelidiki apa yang terjadi pada Vania selama ini,,kenapa gadis manis itu berubah sangat drastis,,tidak seceria dulu,,penuh kewaspadaan dan trauma dalam... Bisa ku rasakan dari tatapan matanya,,dia memang introvert tapi bukan tertutup sepenuhnya seperti sekarang... Dan apa yang terjadi dengan tiga kali pindah sekolah,, sungguh membuatku bertanya-tanya....
Sampai aku di sebuah rumah seperti warnet dari luar,,di dalamnya berisi para cyber hacker yang tidak pernah di ketahui orang-orang,, anak-anak jenius ini seperti anak-anak tak berguna,,di mata masyarakat mereka hanya terlihat sampah dengan segudang game,, nyatanya mereka adalah hacker jenius yang handal,,di bawah naungan ku,,ku buat mereka markas dan bekerja untuk ku sebagai hacker yang membantu dalam bisnis dunia bawah... Aku masuk ke dalam di sambut Bayu,,teman sekaligus orang kepercayaanku yang mengurus markas cyber hacker ku ini... "wah boss,,tumben sekali ke sini,,ada sesuatu?" tanya Bayu,,yah sejak aku tinggal dengan ibuku aku memang jarang mengurus bisnisku lagi,, jaga-jaga saja jika terlalu intens aku keluar dia akan menganggap aku anak nakal... aku tak mau ibuku tahu aku sudah terbentuk sedemikian rupa oleh didikan keras ayahku... "Bay,,cari tahu tentang Vania Pramesti Lukman,,kamu tahu teman masa kecil yang sering aku ceritakan,,dia ,,dia ada di kota ini sekarang,,dan berada di dekatku,,aku harus bisa melindungi nya dari kemungkinan apapun itu" ujarku menyadari,,mungkin di sisiku Vania akan mengalami beberapa hal berbahaya,,tapi perasaanku,,terlalu egois aku tak mau dia menjauh... "oke,,apa yang mau kamu tahu??" tanya Bayu sambil mengotak-atik komputernya... "semua tentang nya baik dan buruk,,dan apa yang terjadi di sekolah dan kota sebelum dia pindah ke sini" ujarku sambil memperhatikan Bayu berselancar di dunia Maya... "bos,,dia mengalami banyak hal buruk di sekolah lama,,kasus bullying,,fisik hingga verbal" ujar Bayu,,aku terperangah,,ku raih kursor mouse dan mulai membaca semua data tentang Vania,,,siapa sangka Vaniaku yang manis mengalami hal buruk ini hingga hampir mati,,dan pembullyan hanya karena wajah cantik bak boneka yang menjadi anugerah nya... Pantas saja dia sekarang belajar bela diri dan juga meningkatkan kewaspadaannya,,dia mengalami hal yang sangat menyakitkan... video di di telanjangi hingga di siksa para pembully itu menyesakkan dadaku,,"b******k!!!,,akan ku cari dan ku balas kalian!!" 'kenapa lama sekali aku menemukan mu Vania,,jika aku sedikit cepat mungkin kamu tak harus mengalami ini semua... itukah yang membuatmu menjadi dingin sekarang,,tidak seperti Vania kecil yang berjanji menjadi temanku selamnya... Vania yang punya cinta untuk orang-orang sekitarnya...
"cari para pelaku itu,, kirim data padaku,,hapus semua video memalukan yang tersisa hingga bersih,,jangan tinggalkan satupun!!" ujarku pada Bayu mengambil jaket dan beranjak pergi "oh ya,,satu lagi,, siaga lah aku akan membutuhkan mu setiap saat!!" pesan ku sambil berlalu yang di anggukki saja oleh Bayu...
Aku melaju kencang sekali,,di dadaku begitu penuh sesak dan sesal... Ini tak harus terjadi padamu Vania,,kenapa aku harus terlambat menemukan mu.... "aaahhhhhhhkkkkkk!!!!!!!!" aku berteriak keras mengeluarkan kesal yang menyesak kan dadaku.... 'akan ku buat mereka menyesalinya!!! akan ku hukum mereka dengan hukuman setimpal!!' aku bergumam dalam hati penuh dendam...
"anjing kalian semua!!!!!!"...
Lalu aku terduduk di rerumputan bukit hijau ini,, tempat tenang saat aku sedang gundah,,ku raih ponselku,,ku lihat notif pesan dari Vania [kamu,,sudah sampai?]
[kenapa tidak di balas?] [sudah seharian tak ada kabar,,kamu oke?] pesan beruntun dari tadi yang tak ku buka,,aku sibuk dengan pikiranku sendiri hari ini lupa mengabarinya... Ku tekan tombol panggilan,, menelponnya adalah keputusan saat ini...
Vania "hallo?"
Novan "hai,,kamu sedang apa?"
Vania "di kamar,,aku sedang membaca,,kamu sendiri?? seharian tak ada kabar?"
Novan "maaf,,aku sibuk sekali,,boleh aku ke rumahmu??
Vania "ehhhhhmmm boleh,,datanglah,,sebelum hari terlalu larut"
Novan " baiklah,,aku jalan sekarang"
Aku bangkit dari duduk ku,,berjalan sambil menyeka air mata yang menetes tanpa ku sadari saat aku meraung tadi... sungguh melihat yang menimpanya hatiku teriris... Ku lakukan motorku membelah jalanan kota secepat mungkin menuju rumahnya,,tak lupa aku mampir ke toko kue sekedar membawakan buah tangan untuknya dan keluarganya...
Tak berselang lama aku sampai di depan gerbang rumahnya,,ku tekan bel... Tak lama kak Vano keluar membukakan pintu gerbang aku masuk,, sambil memberi salam pada kak Vano..."tumben ke sini malam begini?" tanya kak Vano,,"kangen aja kak heheh" jawabku sambil nyengir membuat kak Vano geleng-geleng kepala..."bucin!!!" ujarnya mengejekku... aku hanya nyengir saja....
Aku masuk dan duduk di ruang tamu,,tak lama ku lihat Vania dengan piyama tidur motif bunga keluar dari dalam menghampiri ku,,dia duduk di samping ku,,aku masih terpesona dengan wajah cantik bak boneka itu,,tapi di dalam mata itu ada sakit dan trauma tersembunyi,,'dia belum pulih benar dari sakit itu' ujarku dalam hati,, senyum nya hanya sekedar senyum melanjutkan hidup,,bukan senyum tulus Vaniaku....
"kenapa kesini mendadak?" ujarnya memecahkan keheningan,,"aku kangen,,oh ya ini brownies kesukaan mamaku,,cobalah enak sekali kamu pasti suka juga" ujarku sambil menyerahkan bungkusan yang ku bawa tadi... "Hem,, sebentar aku akan membawanya ke belakang" Vania menyambut bungkusan dan beranjak dari duduknya menuju dapur... Tak lama dia kembali dengan piring berisi irisan brownies yang ku bawa tadi,,kembali duduk di samping ku meletakkan piring brownies ke atas meja ,,dia mengambil satu iris dan memakannya,,,muka penuh dan kunyahan nya sungguh lucu sekali,,aku suka saat melihat dia mengunyah sesuatu,,sungguh lucu....
sadar di tatapi intens dia melihat ke arah ku....
"Hem???" lirikan matanya mengandung tanya..
"kamu lucu saat mengunyah" dia berhenti mengunyah dan menatap ku dalam..."kamu,,suka aku mengunyah,,jadi aku harus makan terus dan jadi gemuk??" katanya random... Aku tertawa membayangkan dia gemuk,, sungguh membuatku geli,,,"kamu senang?" ujarnya dengan nada merajuk.... "tidak sayang,,kamu cantik apapun keadaanmu...aku tetap menyukai mu,, jangan takut dengan perubahan oke?" ujarku menenangkan nya agar tak ngambek lagi...
Aku akan menjagamu dan memberikan yang terbaik untuk mu....
Bersambung