"Apa pentingnya kemesraan kita untuk tetangga?" "Agar kita dikenal sebagai pasangan romantis di komplek ini." "Untuk apa dikenal romantis, tapi pada akhirnya bercerai?" "Ck, kenapa kamu banyak protes? Terima saja apa yang aku lakukan pagi ini." Kaifa memajukan kedua bibirnya persis seperti anak kecil yang dimarahi karena terlalu banyak bicara. "Ish, kenapa wajahmu seperti itu?" Rizki langsung mengecup bibir Kaifa karena gemas melihat ekspresi. "Kenapa mencium lagi?" "Karena aku tidak suka ekspresi seperti itu," bohong Rizki, padahal ia gemas melihat wajah Kaifa dan tidak tahan untuk tidak mencium. Kaifa langsung menyunggingkan sudut bibirnya sebal lalu menggerutu dalam hati. "Tadi mencium keningku, lalu turun ke pipi. Sekarang malah mencium bibirku, lama-lama dia makin seenaknya me

