“Mungkin di dunia ini hanya aku majikan yang mengejar ART-nya sambil membawa paper bag karena ditinggalkan begitu saja,” keluh Rizki membatin. “Kenapa Tuan harus meladeni dia?” protes Kaifa hampir menangis. “Karena dia terus bicara,” balas Rizki. Melihat mata Kaifa memerah, Rizki berinisiatif memeluknya, berharap bisa sedikit memberi ketenangan. Namun Kaifa malah menolak dengan menahan lengan Rizki yang sudah terangkat dan siap untuk memeluk. “Kenapa?” tanya Rizki, heran. “Aku ingin pulang sekarang!” “Bukankah tadi kamu bilang masih ingin jalan-jalan?” “Itu tadi, sekarang tidak ingin!” “Aku tidak mau pulang sekarang karena, aku yakin kamu pasti akan menangis di rumah. Dan aku sedang malas mendengarkan tangisan. Aku ingin di sini saja, bila perlu sampai pagi." “Tuan tahu dari mana

