Rizki terus menatap Bella dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa berkedip. Empat bulan tidak bertemu, Bella kini terlihat lebih gemuk dengan perut yang membuncit. “Apa Bella adalah teman Kak Luna yang ingin babymoon di Indonesia?” pikir Rizki. “Hai, kenapa melamun?” tegur Luna saat Rizki tidak menyambut kedatangannya. Rizki langsung tersadar dari pandangannya yang terlalu fokus pada Bella sampai ia tidak menyadari Luna sudah ada di depannya. “Sorry!” Rizki langsung mencium pipi Luna lalu memeluk penuh kerinduan tanpa menurunkan Nic dari gendongannya. “Kakak ada di mana? Kenapa aku tidak melihat kedatangan Kakak? Padahal aku sudah setengah jam menunggu di sini.” “Kakak tiba setengah jam lalu dan langsung ke toilet karena Bella—teman Kakak jet lag.” “Pantas aku tidak melihat.” Saa

