Kejujuran Menyakitkan

3092 Words

“Tidak mau! Aku pulang sendiri saja kalau begitu.” “Ok, baiklah, tapi kita makan dulu sebelum tiba di rumah. Aku takut Nic lapar." Kaifa mengangguk lalu melepas pelukannya. “Ayo!” ajaknya sambil tetap merengek. “Tante pourquoi, Oncle?" tanya Nic penasaran karena melihat Kaifa menangis. (Tante kenapa, Paman?) “Il a peur des tigres. Il n'est pas aussi courageux que toi,” jawab Rizki. (Dia takut dengan harimau. Dia bukan pemberani sepertimu) Nic langsung tertawa mendengar jawaban Rizki. “Apa yang kalian bicarakan?” tanya Kaifa saat melihat Rizki dan Nic tiba-tiba tertawa. “Rahasia lelaki,” bisik Rizki, hingga membuat Kaifa yang sedang sedih langsung menunjukkan wajah cemberutnya. Kemudian mereka menuju mobil untuk pulang. Saat di tengah perjalanan, Rizki mengajak Kaifa dan Nic makan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD