Pindah Rumah

1851 Words

Rizki dan Kaifa sama-sama terkejut mendengar mereka dihadiahkan rumah baru. Bukan terkejut senang, tapi terkejut akan bagaimana jika mereka tinggal satu atap hanya berdua saja sedangkan sebentar lagi mereka bercerai. “Iya, rumah baru! Kenapa? Apa kalian tidak senang memiliki rumah baru?” Dewi balik bertanya. “Mah, kenapa harus membelikan rumah baru? Kita berdua nyaman tinggal di sini!” protes Rizki, sedangkan Kaifa hanya bisa menunduk memikirkan tawaran Dewi. “Mau sampai kapan rumah tangga kalian selalu bersama Mamah? Kalian harus punya banyak waktu berduaan. Di sini banyak pekerja, siang—malam selalu banyak orang. Mamah perhatikan kalian hanya sedikit waktu untuk berdua. Apa lagi jika hari kerja, kalian hanya bertemu malam saja.” “Aku dan Kaifa tidak ada masalah tinggal di sini terus,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD