Membentak Kaifa

2085 Words

Pagi harinya begitu Kaifa membuka mata, ia langsung berhadapan dengan wajah Rizki yang masih terlelap hingga membuat ia tersenyum melihat pemandangan yang indah menurutnya, meskipun dengan wajah terbalik. “Pagi,” sapa Kaifa yang tidak mungkin mendapat balasan dari orang yang sedang terlelap. Kaifa mengangkat kepalanya untuk beranjak bangun dan memulai aktivitas, lalu saat ia melihat tangannya berada dalam genggaman Rizki, Kaifa tersipu malu sendiri. “Tuan menggenggam tanganku? Ini tidak di depan omah, tapi dia mau menggenggam aku, itu berarti ini kemauan Tuan sendiri. Apa Tuan sudah mulai menerimaku?” ujar Kaifa, kegirangan. Kaifa menarik tangannya perlahan, agar tidak mengganggu tidur Rizki. Namun, saat tangannya sudah terlepas, ia tiba-tiba teriak ketika melihat jam yang menunjukkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD