Hukuman

1809 Words

“Lima menit cukup untuk mengumpulkan nyawaku,” ujar Kaifa lalu melanjutkan tidurnya di samping bathtub. Di luar kamar mandi, Rizki sedang berbaring di tempat tidur sambil bermain ponsel, melihat-lihat beberapa update terbaru akun media sosial teman-temannya, termasuk akun media sosial milik Luna—kakaknya. Postingan Luna dua jam lalu membuat mood-nya seketika buruk. Rasa kesal, rindu, dan kecewa langsung menjadi satu dan bercampur aduk di hatinya saat ia melihat foto Rex, Bella, Lois, dan Luna yang sepertinya sedang bertamasya di objek wisata setempat. Rizki rindu senyum itu. Senyum yang paling lembut dan menenangkan yang pernah ia miliki. Namun, ia benci dengan si Pemilik senyum yang sudah menipunya selama satu tahun dan sudah membuat ia memberi cinta sepenuhnya, tetapi dalam waktu seke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD