Banyak Aturan

2083 Words

“Pelan-pelan minumnya, Sayang!" tegur Dewi. Rizki mengatur nafas saat air sudah benar-benar turun dari tenggorokan lalu bicara untuk membela diri agar Dewi berpikir ia sudah memberitahu Kaifa untuk mengganti panggilannya. “Kemarin aku sudah mengatakan untuk tidak memanggilku tuan, Mah, tapi Kaifa tidak mau. Dia bilang sudah terbiasa memanggil tuan jadi agak risih memanggil mas." “Apa? Dia melimpah kesalahannya padaku!” batin Kaifa lalu melirik Dewi yang terlihat mengkhawatirkan anaknya. “Tuan benar, Omah, Kaifa merasa tidak nyaman jika harus memanggil selain tuan," timpalnya karena jika mengelak pasti akan kena tegur suaminya saat berdua saja, jadi ia memilih mengikuti kebohongan Rizki. “Mau sampai kapan kamu memanggil suamimu dengan sebutan tuan? Nanti apa kata orang yang mendengarnya?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD