“Kamu siapkan saja keperluan Tuan. Atau seduhkan kopi untuk dia” “Tuan biasa bangun jam berapa, Mbok?” “Jam setengah enam, Non. Dia biasanya akan langsung minum teh hangat di meja makan sebelum sarapan.” “Kalau misalkan Kaifa bawa teh ke kamar, kira-kira Tuan suka tidak?” “Coba saja!” "Ok, Mbok." Kaifa langsung menyalakan kompor untuk memasak air dan membuatkan teh, etelah itu ia kembali ke kamar dan membangunkan Rizki meskipun jam setengah enam masih sepuluh menit lagi. Saat tiba di kamar, Kaifa melihat Rizki masih tertidur. Ia bingung bagaimana cara membangunkan Rizki dan takut dianggap tidak sopan jika menyentuh suami rasa majikan ini. Kaifa membungkuk meletakkan cangkir teh di nakas dan dengan ragu menggoyangkan bahu Rizki untuk membangunkannya. “Tuan, bangun, Tuan!” ucap Kaifa

