Chapter 17. Damian dan Lembayung

1274 Words

Kotak pandora itu telah terbuka. Di dalam ruang tamu panti asuhan yang sederhana itu, kata-kata Ibu Panti seolah menjadi palu gada yang menghancurkan dinding-dinding harapan yang baru saja dibangun Damian. Rahasia itu — sebuah fakta kelam yang menyangkut asal-usul dan identitas orang tua Lembayung — kini menggantung di antara mereka seperti kabut beracun. Damian keluar dari ruang tamu dengan langkah berat. Di halaman, dia melihat Lembayung sedang tertawa lepas, menggendong seorang anak kecil sambil berputar-putar. Tawa gadis itu, kini terdengar berbeda di telinga Damian. Bukan karena dia membencinya, tapi karena dia kini tahu beban apa yang sebenarnya sedang dipikul oleh pundak mungil itu. Perjalanan pulang ke Jakarta yang seharusnya menjadi momen manis setelah "kencan" justru berubah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD