Hati Ratih sakit dan matanya memerah. Dia ternyata memang bertemu dengan Zarina. “Karena kamu sudah melihatnya, mengapa kamu tidak memberitahuku?” Ratih bertanya dengan tersedak. Tengku Ammar berkata, "Kamu tidak bertanya padaku. Lagipula, menurutku tidak perlu untuk memberitahumu. Aku kenal Zarina, tapi kamu tidak.” "Tentu saja aku tertarik. Aku tertarik pada apa pun tentang Zarina." Ratih langsung berteriak. Tengku Ammar bahkan lebih bingung. Dia bertanya dengan bingung, "Kenapa? Kamu tidak mengenalnya." "Tapi dia cinta pertamamu! Kau mengenalnya, dan kau selalu mencintainya," kata Ratih sambil menangis. Ekspresi Tengku Ammar menjadi semakin aneh. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Siapa yang memberitahumu bahwa dia adalah cinta pertamaku?" "Bukankah begitu?" tanya Ratih.

