BAB - 24

3872 Words

Mariana Di dalam mobil itulah Ibu Leonna dan bang Thomas mengumpat sejadi-jadinya, lucunya bang Thomas mengumpat dengan bahasa Medannya. Ibu Leonna membuka blazer hitamnya hingga menampilkan tato-tato di tubuhnya. Namun, saat bang Thomas melirik ibu Leonna saat menanggalkan blazernya, matanya berkedip-kedip. Mungkin terkesan dengan tato di tubuh ibu Leonna. Kini ekspresi bang Thomas berubah lagi. "Cewek kalo berantem serem kali, aurghhh! Saya juga sampe kena cakarannya," kekeh Thomas dengan kedua tangannya yang bergerak mencengkram di atas udara sambil tertawa lucu. Ibu Leonna yang duduk di sampingnya cuma geleng-geleng kepala. "Kamu gak apa-apa?" tanya Nicol tetiba. Hal yang sangat wajar kalau ada yang bertanya keadaan saya setelah kejadian tadi tapi mengapa saya merasa spesial ditanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD