BAB - 21

3483 Words

Leonna Tian rupanya mengejar gue. Gue bersikap untuk tidak bersedih di hadapannya apalagi menangis. Nggak. Gue nggak mau terlihat lemah walau gue tetap, tetap perempuan dengan hati yang lemah dan bisa saja rapuh walau sekuat apapun gue mengeraskan hati gue. Ada saatnya perlahan kan terkikis dan sakit. Sakit juga perih untuk dirasa, sakit juga terasa terhina karena direndahkan, sakit juga merasa tidak ada apa-apanya karena dianggap sebelah mata.              Gue pun bergegas secepat mungkin untuk keluar dari rumah ini. Gue hubungi Bobby lewat chat dan mengabaikan Tian yang terus memanggil nama gue.             "Len... Jangan gini dong. Len, dengerin dulu," mohon ya yang akhirnya gue memutuskan untuk menghentikan langkah. Dia masih berada di belakang gue. "Jangan kamu dengerin apa kata ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD