“Adeeva?” Gadis yang terlihat anggun dengan balutan blazer abu-abu dan rok hitam itu bangkit dari duduk dengan senyum yang tersungging di bibirnya. “Kakak udah pulang?” Vino mengangguk sebagai respons. “Ngapain kamu ada di sini?” tanyanya dengan tatapan penuh selidik. “Apa aku enggak boleh ke sini lagi?” tanyanya seraya menatap wajah tampan sang pujaan hati. Namun, lelaki itu tetap bergeming dengan memasang wajah dingin. Akhirnya, mau tak mau, dia pun menjelaskan, “Sepulang kerja tadi, aku lihat ada martabak kesukaan Tante dan langsung teringat sama Tante. Jadi, aku mampir ke sini sebentar. Aku enggak tahu kalau ternyata Kak Vino ngajak tamu spesial kemari.” Adeeva menelengkan kepala, melihat perempuan yang berdiri di belakang Vino. “Iya, Vin. Adeeva baru aja sampai sini. Dia juga bawa

