Selepas tak bekerja di keluarga Van Weiderveld, Li Beng Beng memilih untuk menekuni suatu keahlian yang diwarisi secara turun temurun dalam keluarga besarnya--keluarga Li. Li Beng Beng mulai karirnya sebagai seorang sin she (atau tabib, kalau kalian lebih senang menyebutnya seperti itu) dan membuka klinik pengobatan tradisional yang ke depannya sangat terkenal di pesisir timur Sumatera. Tak ayal, Li Beng Beng bisa mengobati segala masalah yang tengah dihadapi Sylvie. Lewat pengobatan akupunktur, Sylvie akhirnya bisa tidur tenang tanpa harus diganggu dari alam lain. Asal ditusukan ke titik-titik yang benar, selain bisa memperbaiki organ tubuh yang rusak, akupunktur bisa melancarkan aliran darah yang terhambat karena kacaunya aura dalam tubuh (dalam kasus Maruap ini, aura tubuhnya berantaka

