Berangsur-angsur situasi dan kondisi di keluarga Siagian mulai membaik. Maruap apalagi. Meskipun sama seperti kekasihnya--Sylvie, Maruap masih mendapatkan serangan dan gangguan. Setidaknya Maruap masih bisa menikmati hidup. Sebulan kemudian, datanglah berita itu. Ibu Siti harus pergi menyusul Togar dan Binsar ke alam dan dimensi lain. Penyebab meninggalnya Ibu Siti memang penyakit. Tiba-tiba saja Ibu Siti mengeluh sakit di d**a, lalu merembet ke bagian-bagian tubuh lainnya. Bahkan sempat mengeluh ada beberapa organ vitalnya yang seperti disayat-sayat. Juga, memang tidak pernah disampaikan, lewat Togar-lah Maruap tahu bahwa ada yang terus menerus mengganggu keutuhan dan keharmonisan keluarga Siagian dengan permainan klenik dan supranatural. Di sekeliling rumah Siagian terdapat kabut hitam

