COPY RIGHT:
To Love You More
©Evathink
Cerita ini adalah fiktif.
Bila ada kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian, itu hanyalah sebuah kebetulan belaka. Penulis tidak ada niat untuk menyinggung siapapun.
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun (seperti cetakan, fotokopi, mikrofilm, VCD, CD - Rom, dan rekaman suara) tanpa izin penulis.
Hak Cipta dilindungi undang-undang
All right reserved
-----------------------
-----------------------
Novel ini saya persembahkan
untuk mentor saya yang luar biasa;
Bapak Bambang Pribadi.
Terima kasih kepada Beliau
untuk dukungan dan bimbingan.
-----------------------
-----------------------
Prolog
Seorang pria tampan berdiri di dekat meja kasir dan memperhatikan seluruh pengunjung restoran dengan tatapan puas. Penampilannya rapi dan menawan. Celana kain jahitan desainer dan kemeja biru gelap yang ia kenakan tampak membalut maskulin otot-otot tubuh kekarnya.
“Dengan antusiasme pengunjung yang seperti ini, bagaimana kalau kita buka cabang satu lagi, Kak?”
Mendengar seseorang berbicara padanya, Leonard Revano, pria tampan tadi, menoleh dan tersenyum.
“Ide yang cemerlang, Lucas. Nanti kita bicarakan lebih lanjut, ya,” kata Leonard sambil menepuk bahu adiknya itu.
“Baiklah, Kak.”
“Omong-omong, aku harus pergi,” kata Leonard sambil melirik arloji di pergelangan tangannya. “Aku ada janji dengan teman-temanku.”
“Oke, hati-hati di jalan.” Lucas mengangguk samar.
Leonard berjalan tergesa-gesa menuju pintu. Jika tidak bergegas, ia akan terlambat.
Sementara itu, dari arah berlawanan, tiga gadis muda berjalan hendak memasuki restoran.
Tepat di pintu restoran, lengan Leonard bersenggolan dengan bahu salah satu gadis tadi.
Leonard berhenti melangkah dan membalikkan badan, begitu juga gadis itu. Wangi eksotis bunga mawar menguar di udara, terhirup oleh indra penciuman Leonard, yang seketika menyebar ke paru-paru serta seluruh darahnya.
Mata mereka bersitatap. Leonard terpana, demikian pula gadis itu. Untuk sesaat, apa pun yang berada di sekitar mereka berdua seolah lenyap.
Mata Leonard terpaku pada sepasang iris cokelat muda yang bersinar gilang-gemilang. Secara spontan gadis itu tersenyum tanpa mengalihkan tatapannya dari keindahan maskulinitas mata hitam Leonard.
Melihat senyum gadis itu, kedua mata Leonard berbinar-binar. Ia benar-benar terpesona pada lengkung senyum sepasang bibir semerah ceri itu. Entah bagaimana bisa, tarikan kedua sudut bibir gadis itu perlahan-lahan telah menciptakan sebuah formasi senyuman paling sempurna.
Detik-detik berikutnya, kedua mata Leonard—tak bisa tidak—terpaku pada rekahan sepasang bibir indah tersebut. Mengikuti naluri sebagai pejantan, Leonard mulai memperhatikan seluruh detail permukaan bibir gadis itu. Ada getaran-getaran halus menari-nari di permukaan bibir yang tersenyum manis itu. Sungguh mati, Leonard terpukau, jiwanya hanyut dalam aliran pesona yang sangat menggetarkan hati.
“Amarra, ayo. Apa yang kaulakukan?”
Suara teguran salah satu teman gadis itu seketika membuyarkan momen menyenangkan tersebut. Leonard mengerjapkan mata, meminta maaf, dan mempersilakan gadis itu masuk ke restoran milik ayahnya.
Gadis itu mengangguk sekilas dan berbalik, bergabung dengan kedua temannya, dan berjalan memasuki restoran.
Leonard masih berdiri terpaku menatap punggung gadis memesona yang baru saja berjalan menjauh. Tiba-tiba Leonard merasa seperti sedang kehilangan seseorang yang teramat dicintainya.
Amarra…. Leonard menggumamkan nama itu di dalam hati.
Seakan-akan mendengar Leonard menyebut namanya, gadis itu menoleh. Mata mereka kembali beradu. Ada debar kebahagiaan meronta-ronta di d**a Leonard.
Berhari-hari kemudian wajah Amarra tak pernah hilang dari benak Leonard. Setitik demi setitik jamur penyesalan mulai tumbuh di hatinya. Mengapa saat itu ia tidak mengajak gadis itu berkenalan? Jika saja ia melakukannya, maka saat ini mungkin mereka sedang berkencan.
***
Love,
Evathink
(IG/Youtube/Play buku/k*********a: evathink)
*jangan lupa Follow juga akun Dreame & Innovel saya, ya teman2, agar kalian mendapat notif dari saya.
btw, please komen dan sentuh love-nya, teman2. Love dan komen dari kalian, sangat berarti untuk saya. Terima kasih.