10

1141 Words

10 Pulang dari Hyde Park, Leonard mengajak Amarra makan siang di cabang restoran ayahnya yang baru dibuka hampir setahun lalu. Keduanya sedang mengobrol santai seusai menyantap hidangan khas tanah air yang selalu menggoyang lidah ketika sebuah suara memanggil nama Leonard. “Leo.” Keasyikan itu buyar. Leonard menoleh saat mendengar sapaan dari suara yang cukup dikenalnya. Seketika wajah Leonard menegang melihat Julie sedang berdiri tidak jauh dari mereka. “Eh, hai,” sapa Leonard dengan senyum kaku. Ia melirik Amarra yang tampak berubah dingin. “Hai, Amarra,” sapa Julie hangat. “Hai…,” balas Amarra sedikit enggan. “Sebuah pertemuan tak terduga,” kata Julie riang. “Bolehkah aku ikut bergabung?” Seluruh saraf di wajah Leonard serasa kian menegang. Ia melirik kekasihnya yang tampak jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD