15

1295 Words

15 Sabtu pagi Leonard sarapan bersama Amarra di apartemen kekasihnya itu. Tadi ia membawa penganan khas Indonesia. “Jadi, bagaimana keadaan Nenek?” tanya Amarra sambil merapikan meja makan sementara Leonard masih duduk di balik kepala meja. Amarra mengenakan celana denim pensil dan kaus berlengan panjang. Rambut panjangnya digulung dan dijepit ke belakang. Leonard sendiri juga berpakaian santai. Celana denim dan kaus. “Keadaan Nenek sudah lebih baik. Aku ingin kau mengatur cuti, Sayang. Aku akan mengenalkanmu pada Nenek.” Tangan Amarra yang sedang memegang serbet, mengejang. Leonard yang masih santai dengan menyesap sedikit sisa kopi di gelas, mengerut kening. Ia meletakkan gelas ke atas meja. “Ada apa? Kau tak ingin berkenalan dengan nenekku? Kau tahu, ayah dan ibuku juga sering be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD