aisyah menyusun kue buatannya di dalam kotak transparan kue itu adalah pesanan bu lurah yang hari ini mengadakan pengajian di rumahnya cukup lumayan sih! kalau sering ada orderan kue sebanyak ini dia bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya
"arumi di rumah dengan kak nur ya?"bibi aisyah menyalakan motornya dan menuju rumah bu lurah.
sesampai di sana aisyah segera mengetuk pintu
"assalamualaikum bu?"
lama tak ada sahutan dari dalam rumah
rumah besar yang di tinggali keluarga bu lurah ini terkesan mewah di terasnya ada sepuluh pilar berdiri kokoh belum lagi batu alam dan keramiknya terlihat mahal di bagaian samping ada kolam ikan yang ada air mancurnya ,aisah meraba pilar teras yang kokoh dan membayangkan jika suatu saat memilikinya. tak lama ia dikejutkan suara bu lurah
"e mbak aisah ayo masuk mbak!" sambil membuka pintu lebih lebar.
"iya bu ini kue kuenya sesuai janji saya antar sore bu"
"o iya mbak terima kasih , ini uangnya dan kotak kuenya besok biar anak saya yang antar.
"ya bu ,saya langsung pulang soalnya ada pesanan kue lagi terima kasih"
aisah segera memacu motornya pulang
dalam perjalanan aisah melihat ada seorang wanita cantik yang kelihatan bingung mencari alamat
"maaf mbak mau kemana?"
"oh ibu saya mau ke rumah pak lurah tapi taksi saya mogok bisa tolong saya bu?"
"bisa neng tapi maaf motornya jelek "
sambil mengusap jok motornya yang sudah butut
"nggak papa bu, ibu mau antar saya sudah terima kasih"
"mari neng"perempuan cantik itu segera membonceng aisah"
sambil memegang kemudi aisah bertanya pada wanita itu
"neng saudara pak lurah atau mau bertamu?"
"saya wartawan bu! mau meliput desa -desa yang tertinggal"
"oh gitu neng ,saya pikir si eneng artis dari kota"
"ah ibu ini bisa aja saya melisa bu terima kasih sudah mengantar saya"
tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah pak lurah
"nah sudah sampai neng ketuk aja pintunya saya juga dari sini kok"
"terim kasih ibu ,ini sekedar buat bensin" ,sambil menyusupkan dua lembar uang lima puluh ribu ke dalam tangan aisah.
"nggak usah neng ibu ikhlas"
"terima bu saya juga ikhlas kok"
"aduh neng saya terimakasih ya"
"sama-sama bu"
aisah pulang kerumahnya di lihatnya arumi sedang menyapu halaman sambil bermain dengan ayam peliharaan yang selalu hapal jam berapa arumi memberinya makan.
"wah sudah bersih halaman bibi ayam yang di kandang sudah di beri makan "
"sudah bibi"
"setelah ini kamu mandi ya nak"
"iya bibi"
aisah menghitung uang hasil penjualan kuenya hari ini ditambah uang dari si eneng tadi wah sudah cukup untuk membeli seragam sekolah arumi pikirnya
di dapur tampak nur sedang merebus air dan menghangatkan sayur untuk makan malam mereka.
"nur ambil telur di plastik merah dekat meja goreng saja untuk lauk kita.
"iya , mau ku buatkan kopi sekalian tidak"
"boleh tak usah manis ya"
"ya"
****
malam baru saja tiba jam didinding baru menunjukkan pukul 7.10 mata aisah begitu berat sehingga ingin cepat tidur mungkin karena kecapean setelah seharian membuat kue pesanan bu lurah.
"kalo bibi ngantuk tidur saja aku dan kak nur masih mau nonton tv nanti biar arumi yang matikan tv nya!"
"hem bibi memang ngantuk berat" sambil berjalan ke kamar dan menguap berkali kali.