aisyah menghayal andai saja dirinya kaya semua kebutuhan tercukupi dan dirinya tak usah susah payah bekerja membuat kue alangkah indahnya dunia apalagi kalau dirinya banyak uang dia akan mempercantik wajahnya mungkin orang -orang akan pangling melihat kecantikan dirinya , oh dunia kapan impiannya akan menjadi kenyataan
tok...tok...tok suara pintu di ketuk
"sebentar ah menggangu saja"
"lagi apa kamu suami datang kok cemberut !"
aisah membuka pintu dan mencium tangan suaminya lalu membawakan tas kumal dan kresek putih berisi martabak kesukaannya.
"ini martabak ya bang?"
"ya makanlah,mana nur sama arumi?"
"tidur ,mau makan bang?"
"entar dulu ,masak apa kamu?
"pindang patin sambal terasi"
"boleh sah jadi lapar denger pindang
"tuh aku udah siapin bang nih...!"
aisah mengambil piring menyendok nasi dan meletakkan di depan suaminya
makan bang !"
aisah duduk di sebelah suaminya sambil makan martabak bawaan bang nanok
"paman ,paman sudah pulang ya?"
"yaa mana kak nur ini martabak paman yang bawa ayo makan "
arumi mengambil sepotong martabak dan memasukkan dalam mulutnya
"manis bi aku panggil kak nur dulu ya?"
"ya"
bang nanok dengan lahap menyantap nasi dan lauk pindang buatan aisyah
arumi keluar kamar diikuti nur .
"bapak"
"baru bangun anak bapak ini tuh makan martabak ,gimana sekolahmu nur?"
"sudah selesai ulangan pak?
"kamu harus pintar sekolahnya jangan kaya bapak jadi kuli"
"iya nur harus semangat biar jadi orang sukses "
"bi arumi mau sekolah juga ya?"
"ya arumi nanti bibi daftarkan di tk ibu eni yang di deket lapangan itu"
"iya bi arumi mau"
sekarang mandi dulu sudah sore
arumi mandi ke belakang.
"sah emangnya kamu punya duit untuk arumi sekolah?"
"ada bang kasian arumi sudah 5 tahun sudah waktunya sekolah tk"
"terserah kamu lah lagian emaknya sudah bertahun tahun nggak perduli sama anaknya"
"ya gimana lagi bang andini itu adikku jadi aku punya kewajiban mengurusnya aku pun sayang sama arumi kita nggak tau bang .siapa tau nasibnya baik eh abang tau nggak dia itu pintar nyanyi dan joget di pasar orang sampai geleng-geleng liat aksinya.
"emangnya kamu suruh dia ngamen"
"nggak lah bang denger musik dia nyanyi dan joget eh orang -orang tepuk tangan.