"Kenapa?" tanya Jefri dengan alis yang sedikit mengerut namun tidak melunturkan sedikit pun ketampanan di wajah maskulinnya itu. "Apa karena aku sudah punya pacar?" lanjut pemuda itu. Deg! Rasanya hati Jihan terasa amat nyeri ketika mendengar kalimat itu meluncur langsung dari bibir Jefri. Wanita tangguh itu tidak ingin memperlihatkan kelemahannya di hadapan Jefri. Dengan sekuat tenaga Jihan menguatkan hatinya dan mencoba membuat bibirnya tersenyum meski jatuhnya senyuman itu masih terlihat kaku. "Iya, karena kamu sudah punya pacar." "Kalau semisal aku belum punya pacar, kamu mau jadi calon istri aku?" "Kalau aku bilang iya, kamu akan memutuskan pacarmu saat ini juga?" tanya Jihan. "Maka aku lebih memilih untuk menjawab tidak. Karena apa? Karena aku juga tidak mau mengalami nasib

