Setelah lumayan jauh dari rumah kontrakannya Jefri, Dokter Pedro mulai membuka suara lagi. "Tuan, ini tujuan kita mau ke mana? Balik dulu ke klinik-ku atau sudah ada mobil yang bersiap menjemput Tuan di pinggir jalan besar?" "Balik ke klinik-mu dulu lha, Ped. Lagipula aku tidak pernah menghubungi nomor orang rumah dengan nomor ponsel rahasiaku ini. Bisa-bisa nanti aku tidak bisa bebas berkeliaran lagi ke sana ke mari sesuka hatiku. Tahu sendiri kalau para pekerja di rumahku itu jauh lebih nurut sama Jihan dibandingkan sama aku, Tuan besar mereka," curhat Tuan Jaelani. "Jelaslah ... Jihan kan galak, eh, maksud saya tegas banget sama para pekerja. Udah gitu pengertian lagi. Siapa yang nggak suka coba sama Jihan?" sahut Dokter Pedro. "Kalau aku lihatnya itu Jihan memang tipe-tipe wanita id

