“Kusut amat itu muka, berapa hari belum disetrika?” Rudin yang sudah siap-siap mau ngapel ke rumah Lastri tetiba kaget melihat sohibnya berjalan lesu mendatangi rumahnya. “Semua gara-gara si Dayat ini, Din. Dia bener-bener laporin candaan saya kemarin soal mau ngawinin si Enjela,” sungut Juki, dia mulai duduk bersandar di dinding teras rumah Rudin. Rudin ikut prihatin, sudah pasti antara Juki dan istrinya baru saja perang pertamanya. “Trus?” Rudin penasaran, duduklah sebentar dia di dekat Juki, sebagai kawan baik, sudah sepatutnya dia jadi pendengar yang baik meskipun dia tak pandai kasih solusi perihal pertempuran rumah tangga. “Hesti minta cerai, katanya. Malam ini, dia mau pulang ke rumah orangtuanya,” lirih Juki, “mertua saya sudah gak ada, Din. Tapi saudara-saudaranya si Hesti itu

