BAB 165

1514 Words

“Wah, wah, ada penindasan lagi rupanya?” Seorang gadis berdiri dengan angkuh di ambang pintu menertawakan penderitaan Agni dan Alodia. Sepertinya gadis itu sudah menguping atau bahkan menyaksikan kegiatan mereka dalam waktu yang cukup lama. Siapa lagi gadis itu kalau bukan Althea. Gadis itu memandang Amayra yang kejam dan keterlaluan membuli adik-adiknya dengan tatapan mengejek. Merasa senang jika para saudaranya saling berseteru. “Bukan urusan Kamu. Jangan ikut campur! Pergi dari sini!” usir Amayra dengan kasar. “Eits, kenapa aku harus pergi? Ini adalah rumah orang tuaku juga. Jadi aku bebas mau di sini atau di mana pun itu. Yang berhak mengusir aku hanya ayahanda dan bunda.” Althea menjawab dengan sinis. “Tapi ini kamar kami, wilayah kekuasaan kami. Kamu tidak boleh masuk ke dalam k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD