Stella meletakkan kembali ponselnya di atas nakas saat jade mengakhiri panggilan telepon. Wanita itu lantas tertawa terbahak seperti orang gila, lalu sebentar kemudian ia menangis. Wanita itu menangis dan tertawa dalam waktu yang bersamaan. Bibirnya tersenyum, sementara matanya terus saja berair. Bagai air bah yang terus membanjir dengan begitu derasnya. Ia menangis karena merasa hina, ia jijik jika mengingat perlakuan para lelaki itu padanya. Di sisi lain, ia sangat puas saat Jade berhasil membalaskan dendamnya. Stella sangat puas setelah mendengar kabar para baj**gan yang telah memberikan penderitaan padanya telah tiada. Stella merasa hukuman itu setimpal dengan perbuatan mereka padanya. Setelah cukup lama menangis, Stella segera mengusap air matanya. Ia sudah memutuskan bahwa ia akan

