Bruk! Suara benda terjatuh terdengar cukup kuat. Gadis yang semula menunduk seraya memeluk lututnya segera mengangkat kepala. Lalu ia berbalik dengan cepat, melihat ke belakang. Ia mencari-cari dari mana suara itu berasal. “Apa itu tadi?” gumam Alodia terkejut. Ia menoleh ke sana-kemari dengan perasaan yang sedikit berdebar. Ada rasa takut yang menyelimuti hati gadis itu. mengingat saat ini ia tengah tersesat dan sendirian di tempat gelap tersebut. “Huwaaa!” Alodia menjerit sekencang mungkin saat tiba-tiba sekelebat bayangan hitam bergerak cepat di depannya. Rasanya jantung gadis itu hampir saja melompat dari tempatnya. Seluruh tubuh Alodia terasa lemas karena ketakutan. Membuat gadis itu tidak sanggup bergerak dari tempatnya. Jangankan berlari, bergerak saja ia tidak mampu. Akhirnya,

