BAB 169

1308 Words

“Bona, bertahanlah Bona. Aku mohon. Jangan buat aku ketakutan,” ucap Kitty seraya mengompres kening gadis itu. Tubuh Bona masih terasa panas. Gadis itu belum juga mau membuka mata padahal Kitty tadi sudah berusaha memberikan obat di dalam laci seperti kata Boni. Namun, Kitty sedikit lega karena gadis itu tak lagi kejang-kejang. Kitty sangat terkejut, karena sore tadi Bona masih baik-baik saja. Ia tidak tahu mengapa tiba-tiba Bona sakit dan sepertinya tak cukup baik. Dalam hati Kitty terus berdoa agar tidak terjadi hal buruk pada gadis tersebut. Bisa saja Kitty menolong gadis itu dengan kekuatannya. Namun, Kitty kembali mengingat ucapan gagak yang memeringatkannya agar menggunakan kekuatan di saat genting saja. Sebab, menggunakan kekuatan bisa menguras tenaga Kitty. Selain itu, Kitty jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD