BAB 170

1407 Words

“Apa maksud pembicaraan kalian?” Pertanyaan itu meluncur dari bibir seorang pria yang kini berdiri di ambang pintu. Tatapan mata pria itu setajam elang, menatap Boni dan Kitty secara bergantian. Kitty dan Boni saling berpandangan, wajah mereka berubah menjadi pucat tak bermaya. Bagaimana bisa tuan Leon sampai di tempat ini? Apa dia mengikutiku? batin Boni mulai cemas. Apakah aku ketahuan? Kitty menelan salivanya dengan susah payah. Jantungnya berdetak lebih kencang saat Leon terus menatapnya dengan intens, tanpa berkedip. “Kenapa kalian diam saja? Apanya yang tadi Kamu maksud berbahaya? Tempat mana yang berbahaya?” tanya Leon. Kitty dan Boni masih saja membisu. “Ah, begini, sebelum ada pertanyaan itu, aku ingin tahu. Siapa dia, Boni? Apakah Kamu memiliki dua orang adik perempuan? Soa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD