Duk duk duk. Kitty memukul perlahan daun pintu yang terbuat dari kayu keras itu. Kucing itu harap-harap cemas, berdoa agar si pemilik kamar ada di dalam sana. Karena ia sama sekali tidak memiliki tempat tujuan selain pria itu. Kitty tidak tahu harus pergi ke mana jika bukan kepada Boni. Ceklek. Setelah beberapa lama Kitty menunggu, akhirnya pemilik kamar membuka pintu dengan wajah mengantuk. Sepertinya, pria itu telah tidur. Wajar saja, hari sudah menginjak tengah malam. Sudah waktunya para manusia mengistirahatkan diri di waktu seperti itu. “Ck! Siapa sih, yang mengerjaiku malam-malam?” tanya Boni seraya mengedarkan mata ke sekeliling. Pria itu heran saat tidak ada sesiapa pun di sana. Ia juga kesal karena tidurnya terganggu. Tiba-tiba saja, bulu kuduk Boni berdiri saat ia mulai mem

