Ia tergolek lemah tak berdaya di lantai. Tak seorang pun datang mencarinya karena pria yang paling perhatian padanya itu sedang ada di luar kota. Boni entah pergi ke mana, mungkin sedang melakukan tugas penting atau mungkin pria itu tidak datang karena sudah memberinya makan.
“Apakah aku benar-benar akan mati dan tidak ditemukan oleh siapa pun?” Kitty meneteskan air mata saat ia merasakan kesakitan itu seorang diri.
“Tuan ....” Kitty tiba-tiba saja merindukan Raja. Ia ingin pria itu kembali dan memeluknya yang kesakitan. Namun ia tahu bahwa apa yang ia inginkan tidak pernah akan terjadi. Pria itu baru saja pergi beberapa menit yang lalu, mustahil ia akan kembali lagi hanya demi dirinya. Mungkin esok, lusa atau bahkan beberapa hari lagi pria itu baru akan kembali.
“Oh, Tuhan. Jika memang aku tidak bisa menghirup udara di dunia ini lagi, maka izinkan aku agar bisa bertemu dengan tuan Raja sebelum aku mati nanti,” ucap Kitty dengan sisa tenaga terakhirnya.
Bertepatan dengan munculnya bulan penuh, bulan purnama yang bersih dan bersinar terang itu, Kitty memejamkan mata dan kesadarannya menghilang.
***
Di Nirvana.
"Kanda, kenapa Kanda memandang bulan purnama dengan wajah yang muram seperti itu? Bukankah bulan bersinar sangat cantik? Bahkan mendiang Putri kita, Aurora pun menyukainya," tegur Gaia saat melihat suaminya yang menatap sang candra di atas sana dari jendela dengan wajah sedihnya.
"Hahh ... Kamu benar Gaia. Putri kesayangan kita yang berharga sangat menyukainya. Putri yang membuat kehidupan kita hancur seperti ini semenjak kepergiannya. Aku merindukan gelak tawanya, Dinda. Aku merindukan kebaikan hatinya, juga sikap manjanya," ucap Athura dengan linangan air mata.
"Kanda, hal-hal sedih itu sebaiknya tidak perlu kita kenang lagi. Ada enam putri kita yang lainnya yang masih membutuhkan kita. Kita harus kuat demi mereka." Gaia memeluk suaminya dari belakang. Wanita itu menyandarkan kepala di punggung bidang suaminya. Sebenarnya ia juga sama sedihnya seperti sang suami.
"Kamu benar, Gaia. Tapi, Aurora selamanya tidak akan pernah hilang dari ingatanku. Kenangan bersama dirinya, kasih sayangnya kepadaku masih terasa jelas. Bahkan pelukan manjanya yang hangat tidak akan pernah dapat aku lupakan," ucap Athura.
"Iya, Kanda. Seorang anak tidak akan pernah menghilang dari hati orang tuanya meski ia telah tiada," ucap Gaia seraya menitikkan air mata mengingat putri bungsunya.
Maafkan aku, Gaia. Maafkan aku yang telah menipumu. Maafkan aku yang telah menabur garam di hatimu. Aku terpaksa melakukannya demi putri kita. Aku tidak benar-benar melenyapkan putri kita. Aku hanya membuangnya agar ia selamat. Sayang aku belum bisa mengatakan kepada siapa pun sekarang. Bersabarlah istriku. Semoga putri kita baik-baik saja dan bisa bertemu kembali dengan kita, ucap Athura dalam hati.
"Ya Tuhan, ini kan bulan purnama ...." Tanpa sadar, Athura mengucapkan hal itu.
"Iya, Kanda. Ini memang bulan purnama. Memangnya kenapa dengan bulan purnama? Kanda dari tadi melihatnya kan?" tanya Gaia.
"Eh, i-iya, istriku. Aku hanya ... ah lupakan saja."
Ini adalah purnama pertama yang dilewati putri kita, Gaia. Di saat bulan purnama sihir Kanda akan luntur, segala kutukan bahkan bisa lepas jika ada seseorang yang menyayanginya dengan tulus. Jika ia berhasil mempertahankan diri dan mendapatkan kasih sayang, maka malam bulan purnama seperti ini hal itu pasti akan terjadi. Dan aku memiliki firasat yang sangat kuat ....
***
“Aghhh ... kenapa rasanya sangat dingin?” Kitty meringkuk karena kedinginan. Ia berharap dengan posisi itu, ia akan merasa lebih baik dan merasa hangat. Namun, apa yang ia lakukan tak berpengaruh banyak. Tubuhnya semakin kedinginan seolah seluruh bulu di tubuhnya menghilang. Lantai granit itu terasa sangat dingin menusuk hingga ke tulang.
“Astaga, kenapa dingin sekali?” Kitty menggigil kedinginan.
Kitty bangkit lalu menatap ke sekeliling. Ia baru ingat jika ia tidur di lantai sampai-sampai ia kedinginan.
“Pantas saja dingin sekali. Lebih baik aku tidur di atas kasur tuan. Memakai selimut tebal, pasti akan sangat menyenangkan,” ucap Kitty.
Kitty berdiri, ingin pindah ke atas kasur. Namun, sesaat kemudian Kitty sangat terkejut saat melihat bayangan dirinya di cermin. Di cermin itu, Kitty melihat sosok yang sangat cantik dengan rambut sepinggul. Tak sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Sosok itu benar-benar tidak mengenakan pakaian sama sekali.
“Hah? Siapa Kamu? Kenapa Kamu berdiri di situ hingga aku tidak dapat melihat bayangan diriku dicermin? Apalagi Kamu begitu tak tahu malu, tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Menyingkirlah,” perintah Kitty.
“Kamu!” Kitty mengangkat kaki depannya hendak memarahi gadis itu. Namun, gadis itu justru menunjuk dengan tangannya bersamaan dengan apa yang Kitty lakukan.
“Jangan ikuti gerakanku, aku bilang,” ucap Kitty marah. Namun semua gerakan yang ia buat selalu ditiru oleh gadis cantik dalam kaca itu.
Kitty lalu berjalan menuju ke ranjang Raja karena kesal. Akan tetapi Kitty merasa aneh, bayangan gadis itu menghilang bersamaan dengan kepergian dirinya.
Kitty merasa adanya kejanggalan. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ia baru menyadari, jika dari tadi ia hanya melihat bayangan wanita tanpa baju itu dan sama sekali tidak melihat wujud aslinya.
“Aneh sekali.” Kitty kembali bangkit dan berjalan menuju ke depan cermin. Saat di depan cermin ia lagi-lagi hanya melihat bayangan wanita cantik itu dan tidak melihat bayangan dirinya.
“Aku tidak salah lihat, kan?” Kitty mengucek-ucek matanya karena tidak bisa mempercayainya. Di saat itu juga, ia melihat bayangan bayangan itu kembali mengikuti gerakannya.
“Apa? Kenapa kamu terus saja mengikutiku?” tanya Kitty kesal. “Tunggu dulu, apakah ini mimpi?”
Kitty lantas mengangkat satu kaki depannya dan ia gunakan untuk mencakar wajahnya. Ia ingin memastikan apa yang ia alami saat ini mimpi atau bukan.
“Aw!” erang Kitty saat merasakan perih di pipi sebelah kanannya. Kitty mengusap pipinya yang perih itu. Lalu bayangan itu mengikuti gerakannya. "Ini bukan mimpi, ini nyata."
“Jangan-jangan ... ini seperti di dongeng-dongeng seperti yang aku lihat di acara televisi?” tanya Kitty mulai berkhayal.
Kitty kembali celingukan mencari-cari. Tak ada siapa pun lagi. Akhirnya, Kitty mengangkat kedua kaki depannya dan melihat dengan mata kepalanya sendiri. Rasanya hampir tak percaya saat yang ia lihat bukanlah kaki imut penuh bulu halus, melainkan tangan putih dengan jari-jari yang lentik.
“Hah? Apa yang aku lihat tadi?” Kitty lantas memberanikan diri untuk melihat ke arah tubuhnya. Di saat itulah, Kitty menjerit sekuat tenaga.
"Kyaaaaa!"
“Ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin!” Tubuh Kitty luruh ke lantai. Sekali lagi ia melihat ke arah tubuhnya yang polos. Lalu ia memegang wajahnya, dan itu nyata. Sosok cantik di cermin itu memang dirinya.
“Wajah ini, rasa dingin ini ... ini benar-benar aku? Aku, si kucing hitam ini berubah menjadi seorang wanita cantik?” Kitty masih terus meyakinkan hatinya. d**a Kitty berdebar kencang merasa kesulitan untuk percaya. Hal yang dulu sangat ia inginkan justru hari ini membuatnya ketakutan.
Drap drap drap!
Terdengar suara derap langkah mendekat. Bukan hanya satu, tapi sepertinya beberapa orang. Seketika Kitty ingat bahwa ia baru saja berteriak. Pasti mereka datang karena mendengar suaranya.
"Bagaimana ini?" tanya Lovi panik.