BAB 142

1207 Words

Kitty mengerjapkan mata, menatap ke sekeliling. Ruangan yang semula gelap itu kini berubah menjadi terang benderang. Cahaya matahari yang menerobos masuk melalui celah jendela yang tidak tertutup tirai mulai menyapanya, memberikan ucapan selamat pagi untuk kucing kecil tersebut. “Ughh!” Kucing itu menggeliat kecil, melenturkan semua otot di tubuhnya. Rasanya begitu nyaman, meski ia baru tidur beberapa jam yang lalu. “Sudah pagi rupanya ...,” gumam Kitty. Samar, terdengar suara kicauan burung di luar sana. Mungkin dari arah belakang rumah yang penuh dengan tanaman dan pepohonan. Kitty pun bahkan sesekali bercengkrama dengan mereka yang memahami bahasa manusia. Kucing itu lantas menoleh ke samping, melihat ke tempat majikannya yang selalu tidur di sisinya. Akan tetapi, hanya kehampaan yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD