Sepanjang perjalanan, Alesha mengirim pesan pada Karetha. Supir itu memang membawanya ke tempat lain tapi tidak sama sekali menyentuhnya maka dari itu Alesha masih bisa mengirim pesan.
Supir itu memperhatikan Alesha lewat kaca. Terlihat raut wajah Alesha memang gelisah. Alesha berpura-pura tidak menyadari tatapan itu dan berfokus memainkan handphonenya.
Alesha terkejut saat supir mengatakan mereka sudah sampai pada tujuan. Bukan terkejut tanpa alasan, melainkan ini tempat yang gelap beserta ini terletak tepat ditengah hutan.
Supir itu menurunkan Alesha dan langsung melaju cepat. Supir tidak meminta uang atau mengatakan apapun lagi, hanya menurunkannya.
Tempat itu gelap sekali dan mengerikan. Alesha bahkan membayangkan jika ia mati tanpa ada yang mengetahuinya. Sementara lain , Karetha menyuruh Alesha mengirim lokasi, namun tempat itu sangat sulit mendapatkan sinyal. Alesha berusaha untuk terus mengirimkan letak lokasinya. Bahkan ulang mengulang. Tetapi selalu gagal.
Tidak lama kemudian, seseorang datang dari kejauhan. Tubuhnya terlihat kekar dan wajahnya tampan. Damn! Alesha rela jika penjahatnya seperti dirinya.
Pria itu mendekat, dan menggengam tangan Alesha , membimbingnya menuju sebuah jalan rahasia. Alesha heran dan sedikit bercampur takut. Tetapi ia berusaha menetralisir perasaan takutnya. Selama pria itu tidak menyoba menyentuhnya, dia tidak masalah.
Alesha ikut dan pria itu melepas tangan Alesha. Pria itu menyuruh Alesha untuk berjalan lurus saja dan tidak menghiraukan belokan yang ada dilorong .
"Who are you? Why the f**k are you here? " tanya Alesha kasar. Pria itu tidak membalas dan langsung pergi. Alesha tadinya ingin ikut pergi, tetapi karena rasa penasarannya terhadap lorong itu, ia akhirnya memutuskan untuk masuk dan melihat yang ada.
Alesha berjalan lurus sepanjang perjalanan. Tetapi sejak tadi , ia tidak mencapai akhir dari tempat itu. Alesha merasa terjebak ilusi, kepalanya menjadi sakit dan ia pingsan ditengah jalan rahasia itu.
Memang benar adanya, bahwa jalan itu akan sangat panjang dan akan berakhir setelah beberapa jam berjalan. Maka dari itu semakin jauh kita berjalan, jalan yang da terlihat masih jauh lebih jauh. Dan belokan yang ada hanya sebuah ilusi pengeco.
Jalan ini dibuat agar tidak ada yang mengetahui jalan rahasia ini. Dan yang terjebak dalam rahasia ini tidak akan bisa keluar.
Satu jam setelah tersadar, Alesha sudah berad diatas ranjang kamar seseorang. Pakaian msih utuh, tetapi ia merasa sedikit bingung. Ia tidak tahu siap yang membawanya kesini. Seingatnya, terakhir ia masih berada di lorong panjang yang tak kunjung selesai itu.
Seorang pria masuk kedalam kamar , walau baru bangun, ia jelas sadar.
"Who are you? " tanya Alesha masih dengan nada rendahnya. karena ia merasa aterlalu berat untuk berteriak saat ini.
"Tidak perlu takut, karena kau ada ditempat yang benar, sebentar lagi adikku akan datang kesini dan menyapamu," balas pria itu.
"Siapa adikmu?"tanya Alesha
"Perkenalkan aku Russell Reagan, dan kau pasti tahu siapa adikku setelah aku menyebut namaku, "balas Russell
"Kau kakak Fredick?" tanya Alesha lagi , tiba-tiba rasa penasarannya muncul.
"Iya, berhati-hatilah nona saat kau memasuk hidup seorang Fredick, kau masuk bukan dengan niat yang baik, mungkin kau harus mengorbankan lebih banyak orang disekitarmu hanya karena niatmu," balas Russel langsung pada intinya
"Maksudmu?" tanya Alesha heran
"Jangan berpikir aku tidak mengetahui maksudmu nona, aku harus pergi, beristirahatlah sampai adikku kembali," balas Rusell
Rusell kemudian meninggalkan kamar dan Alesha memilih duduk dan memikirkan apapun yang baru Fredick katakan.