32

4006 Words

Liena memutar tubuhnya, dia turun dari tangga panggung menuju pintu keluar. Kalandra masih duduk diam di tempatnya, tidak memanggilnya bahkan saat Liena hampir mencapai pintu keluar. Liena jatuh terduduk di dekat pagar. Tangisnya pecah. Tetapi tidak terdengar meraung-raung sampai ke dalam. Dia bisa mengendalikan dirinya untuk tidak berteriak dan bisa menimbulkan curiga pada orang lain. Dia menangis, dan hanya dirinya seorang yang tahu. Kalandra menatap kosong foto usang itu. Terlihat sekali bagaimana foto itu terlihat lusuh karena tidak terawat dengan benar. Kalandra sengaja tidak memberikan pigura pada foto itu karena ia bisa membawanya kemana saja yang ia inginkan. Kalandra tanpa sadar meremasnya. Meremas dengan kuat hingga terbentuk lingkaran abstrak dan membuat beberapa sobekan keci

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD