Jam satu siang. Bermodalkan sedikit uang sisa yang ada di sakunya, Kalandra menaiki bus umum untuk pergi ke sebuah bank di pusat kota. Melangkah masuk melalui pintu kaca, Kalandra mendapati suasana bank yang ramai di siang hari. Dia harus meminjam uang untuk biaya rumah sakit Liena. Tidak peduli berapa banyak uang yang bisa ia pinjam, ia akan mencicil dengan gaji bulanan yang didapatnya nanti. Setengah jam berlalu. Kalandra melihat jam di ponselnya. Ia sudah meminta izin pada Julian untuk pulang lebih awal setelah rapat. Ia akan kembali sore nanti untuk melanjutkan pekerjaannya. Julian menyuruhnya untuk beristirahat, tetapi Kalandra memaksa untuk tetap bekerja. Kalandra melirik wanita yang sedang bergosip di belakang bangkunya. Membicarakan tentang dirinya dan juga pertunangannya yang b

